Kenali 3 Jenis Floor Hardener dan Manfaat yang Ditawarkannya

Pernah mendengar istilah floor hardener? Terdengar asing, bukan? Secara penerjemahan, dua kata ini dapat diartikan sebagai pengeras lantai. Fungsinya memang sebagai penguat atau untuk membuat lantai beton jadi semakin kokoh. Biasanya material ini dicampurkan pada semen dan batu sehingga akan menghasilkan beton yang jauh lebih keras dan lebih tahan terhadap segala macam benturan dan bahkan zat kimia. Meskipun begitu, penggunaannya sama sekali tidak memengaruhi komposisi bahan-bahan kimia pada semen.

Jenis Floor Hardener

Penerapan pengeras lantai sering kali kita jumpai dalam bentuk jalan raya beton, landasan pacu pesawat, dan masih banyak lagi proyek besar lainnya. Hal ini membuktikan bahwa pengeras lantai sudah sangat umum digunakan, namun lebih mengarah kepada proyek pembangunan berskala besar. Kalaupun kamu tertarik untuk mengaplikasikannya pada lantai rumah, tentu saja bisa juga. Namun disarankan untuk meminta pendapat ahlinya terlebih dulu untuk memastikan jenis pengeras lantai apa yang pas dan cocok untuk rumahmu.

3 Jenis Floor Hardener

Dari yang kita tahu, floor hardener bisa dibilang sebagai partikel campuran yang tugasnya adalah mengisi celah-celah terkecil pada pori-pori lantai beton. Ada 3 jenis pengeras lantai yang ditawarkan para kontraktor, yaitu diantaranya:

1. Pengeras Lantai Logam

Pengeras lantai ini ditujukan untuk pembangunan lantai dengan tugas yang berat dan cenderung ekstrem. Kamu bisa lihat pada proyek pembangunan jalan dan lintasan tangki dan logam, pengeras lantai ini amat dibutuhkan. Bentuknya seperti bubuk dan diterapkan secara dry shake. Cara pengaplikasiannya adalah dengan menaburkannya ke permukaan lantai yang sudah setengah kering, lalu kemudian dipadatkan dengan menggunakan mesin trowel. Oleh karena mesin trowel cukup berat, pastikan kamu minta orang lain untuk membantumu, ya. Biasanya pengeras lantai ini juga diterapkan pada instalasi pabrik-pabrik industri berskala berat.

2. Pengeras Lantai Non-Logam

Sama seperti yang sebelumnya, pengeras lantai non-logam juga diaplikasikan dalam bentuk dry shake. Caranya pun sama dan waktu keringnya bisa mencapai 3 hari. Lantai beton yang menggunakan pengeras lantai ini tahan sekali terhadap genangan air. Namun penggunaannya lebih sering untuk proyek-proyek komersil, seperti sekolah, tempat parkir, dan sebagainya.

3. Pengeras Lantai Epoxy

Pengeras lantai jenis ini diaplikasikan dalam bentuk spray-on. Berasal dari bahan epoxy, pengeras lantai ini lebih sering disebut lapisan coating. Pengaplikasiannya dimulai setelah lapisan beton kering. Setelah itu lantai beton dibersihkan, lalu dilapisi dengan primer dan tunggu sampai kering. Langkah terakhir, lapisi lantai beton dengan epoxy. Selain sebagai pengeras lantai, epoxy dapat digunakan juga untuk mengisi bagian lantai yang mengalami keretakan akibat pengeringan yang kurang sempurna. Sangat cocok digunakan di perumahan maupun tempat parkiran yang sifatnya komersil. Epoxy juga tersedia dalam berbagai warna yang menarik. Disarankan untuk meminta bantuan tenaga profesional agar hasilnya terlihat lebih rapi. Pengeras lantai beton ini dibanderol dengan harga yang lebih ekonomis dibanding pengeras lantai lainnya.

Alasan Kenapa Perlu Menggunakan Floor Hardener

Seperti yang kita tahu, penggunaan pengeras lantai sangatlah bermanfaat karena dapat memperkuat lantai beton. Terkadang pada lantai beton terdapat retakan susut yang dapat terlihat pada permukaannya. Memang hal ini tidak berpengaruh banyak pada kinerja konstruksi, namun jika  terus dibiarkan material lantai dapat berisiko rusak. Oleh karena itu keberadaan pengeras lantai dinilai sangat penting, baik dalam segi ketahanan maupun keamanan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *