Category Archives: Konstruksi

Mengenal Macam-macam Solenoid Valve

Macam-macam Solenoid Valve

Solenoid valve atau umum disebut valve merupakan katup yang dapat diatur secara manual maupun otomatis untuk mengatur volume air atau minyak dan gas, serta tekanan udara. Katup pengatur volume yang akrab disebut kran ini sangat vital dalam pengaturan aliran volume material  sesuai dengan keperluan. Secara sederhana, valve sering kita jumpai pada ujung pipa yang dialiri air. Kita bisa membayangkan betapa pentingnya peranan valve ini dalam kehidupan sehari-hari. Tanpa alat yang satu ini, niscaya air atau gas akan terus mengalir dan sulit dihentikan, kecuali disumbat.

Di dunia industri dan permesinan yang lebih luas, tipe valve sangat banyak dengan bentuk, ukuran, maupun fungsinya. Sangat beragamnya jenis valve ini disebabkan karena sistem kerja pada mesin dan indsutri tersebut. Pada mesin sepeda motor yang sederhana, kita bisa menjumpai banyak sekali jenis valve dengan berbagai kegunaan dan ukuran.

Dalam dunia bangunan, valve biasanya didominasi oleh valve jenis air dan zat cair dengan beragam bentuk, ukuran dan fungsi. Biasanya valve yang digunakan berhubungan dengan sistem aliran yang menggunakan pipa dan selang. Bahan yang digunakan biasanya berbahan metal, stainless steel dan fibreglass yang keras.

Macam-macam Solenoid Valve

Di dunia industri, jenis dan ragam solenoid valve sangat banyak dengan kegunaan yang beragam, dari rumah tangga, industri, mesin, instalasi pipa, dan masih banyak lagi. Dalam artikel kali ini kita bahas jenis valve yang secara umum digunakan secara luas oleh publik, yakni valve air, udara, dan gas.

Macam-macam Solenoid Valve

1. Valve Air

Valve air merupakan kran yang difungsikan untuk keperluan sistem aliran air atau zat cair lainnya sehingga volume zat cair ini sesuai dengan kebutuhan. Valve ini banyak ditemui pada sistem aliran zat cair yang terhubung pada pipa atau selang dalam industri, mesin, kompartemen kapal, maupun rumah tangga. Dalam dunia industri dan mesin, valve biasanya bekerja secara otomatis yang diatur oleh sistem mekanik dan komputerisasi. Di dalam valve ini terdapat katup yang akan membuka dan menutup secara mekanik untuk mengatur volume zat cair yang dikeluarkan baik air, minyak, oli,  atau uap air.

Macam-macam Solenoid Valve

2. Valve Gas

Valve gas merupakan kran yang bekerja pada sistem saluran yang berhubungan dengan gas, baik melalui pipa maupun selang. Valve gas mengambil peranan yang sangat penting pada industri maupun rumah tangga. Tanpa valve ini, niscaya gas akan terus mengalir dan sulit dihentikan. Sama halnya dengan valve air, valve gas ada yang bekerja secara manual ada pula yang bekerja secara otomatis. Secara sederhana, kita bisa mengamati keberadaan valve gas pada tabung gas elpiji di rumah kita.

Macam-macam Solenoid Valve

3. Valve Udara

Valve udara bekerja pada sistem tekanan yang dapat diubah kompresinya dengan menggunakan alat ini. Dunia mesin, termasuk mesin jet dan kompresor, mutlak memerlukan valve ini. Tanpa alat ini, udara sangat sulit dialirkan apalagi udara tersebut harus bertekanan. Valve ini ada yang bekerja secara otomatis mengatur tekanan ada pula yang diatur secara manual. Secara sederhana kita bisa mengamati valve ini pada kompresor bermesin maupun kompresor sederhana semacam semprotan obat nyamuk.

Di temtera.com, valve memiliki harga yang beragam dari yang paling murah hingga valve yang sangat mahal untuk keperluan mesin-mesin besar dan pipa-pipa raksasa. Solenoid valve yang paling kecil yang terdapat pada mesin AC umumnya dibanderol dengan harga Rp 45 ribu.

Kenali 3 Jenis Floor Hardener dan Manfaat yang Ditawarkannya

Pernah mendengar istilah floor hardener? Terdengar asing, bukan? Secara penerjemahan, dua kata ini dapat diartikan sebagai pengeras lantai. Fungsinya memang sebagai penguat atau untuk membuat lantai beton jadi semakin kokoh. Biasanya material ini dicampurkan pada semen dan batu sehingga akan menghasilkan beton yang jauh lebih keras dan lebih tahan terhadap segala macam benturan dan bahkan zat kimia. Meskipun begitu, penggunaannya sama sekali tidak memengaruhi komposisi bahan-bahan kimia pada semen.

Jenis Floor Hardener

Penerapan pengeras lantai sering kali kita jumpai dalam bentuk jalan raya beton, landasan pacu pesawat, dan masih banyak lagi proyek besar lainnya. Hal ini membuktikan bahwa pengeras lantai sudah sangat umum digunakan, namun lebih mengarah kepada proyek pembangunan berskala besar. Kalaupun kamu tertarik untuk mengaplikasikannya pada lantai rumah, tentu saja bisa juga. Namun disarankan untuk meminta pendapat ahlinya terlebih dulu untuk memastikan jenis pengeras lantai apa yang pas dan cocok untuk rumahmu.

3 Jenis Floor Hardener

Dari yang kita tahu, floor hardener bisa dibilang sebagai partikel campuran yang tugasnya adalah mengisi celah-celah terkecil pada pori-pori lantai beton. Ada 3 jenis pengeras lantai yang ditawarkan para kontraktor, yaitu diantaranya:

1. Pengeras Lantai Logam

Pengeras lantai ini ditujukan untuk pembangunan lantai dengan tugas yang berat dan cenderung ekstrem. Kamu bisa lihat pada proyek pembangunan jalan dan lintasan tangki dan logam, pengeras lantai ini amat dibutuhkan. Bentuknya seperti bubuk dan diterapkan secara dry shake. Cara pengaplikasiannya adalah dengan menaburkannya ke permukaan lantai yang sudah setengah kering, lalu kemudian dipadatkan dengan menggunakan mesin trowel. Oleh karena mesin trowel cukup berat, pastikan kamu minta orang lain untuk membantumu, ya. Biasanya pengeras lantai ini juga diterapkan pada instalasi pabrik-pabrik industri berskala berat.

2. Pengeras Lantai Non-Logam

Sama seperti yang sebelumnya, pengeras lantai non-logam juga diaplikasikan dalam bentuk dry shake. Caranya pun sama dan waktu keringnya bisa mencapai 3 hari. Lantai beton yang menggunakan pengeras lantai ini tahan sekali terhadap genangan air. Namun penggunaannya lebih sering untuk proyek-proyek komersil, seperti sekolah, tempat parkir, dan sebagainya.

3. Pengeras Lantai Epoxy

Pengeras lantai jenis ini diaplikasikan dalam bentuk spray-on. Berasal dari bahan epoxy, pengeras lantai ini lebih sering disebut lapisan coating. Pengaplikasiannya dimulai setelah lapisan beton kering. Setelah itu lantai beton dibersihkan, lalu dilapisi dengan primer dan tunggu sampai kering. Langkah terakhir, lapisi lantai beton dengan epoxy. Selain sebagai pengeras lantai, epoxy dapat digunakan juga untuk mengisi bagian lantai yang mengalami keretakan akibat pengeringan yang kurang sempurna. Sangat cocok digunakan di perumahan maupun tempat parkiran yang sifatnya komersil. Epoxy juga tersedia dalam berbagai warna yang menarik. Disarankan untuk meminta bantuan tenaga profesional agar hasilnya terlihat lebih rapi. Pengeras lantai beton ini dibanderol dengan harga yang lebih ekonomis dibanding pengeras lantai lainnya.

Alasan Kenapa Perlu Menggunakan Floor Hardener

Seperti yang kita tahu, penggunaan pengeras lantai sangatlah bermanfaat karena dapat memperkuat lantai beton. Terkadang pada lantai beton terdapat retakan susut yang dapat terlihat pada permukaannya. Memang hal ini tidak berpengaruh banyak pada kinerja konstruksi, namun jika  terus dibiarkan material lantai dapat berisiko rusak. Oleh karena itu keberadaan pengeras lantai dinilai sangat penting, baik dalam segi ketahanan maupun keamanan.